|
Anton Ngadio
-
Hi guys, just wanna share something that I got from retreat with Romo Andri, what an awesome retreat!!! Kind of remind us the very basic of our faith that Jesus just want one Church not many churhes (John 17:21), are you saved or rescued? and why we choose to be Catholic.
The way Romo Adri asked us to draw our graphic of journey in Catholic faith, and why we need quit time and really feel His present; we really need to sharpen our saw in spiritual life!!! Romo Andri made me realize that although I'm far away with my mom and my brother back in indonesia but I got God, I got you guys my brother and sister in Christ that will pray for me when I feel down and lonely.
I don't know how many times I cried during that retreat. What???!!! me, Anton cried?? 6 feet, 185 lb guy cried, what a sissy huh?!!! Well what can I say when the Lord touched your heart with His gentle way, all of our wall of selfishness, 'macho-ness boys' don't cry kind of thing, crumbled before Him(every knee will bent, every tongue will confess that He is God)
Have a blessed days ahead my brothers and sisters in Christ !!!
Cindy Ridwan
-
Saya benar2 merasakan belaian Allah yang sangat lembut, dan sangat nyata terasa. Di sela-sela session pengajaran, banyak sekali waktu2 hening yang tersedia dimana kehadiran Allah sungguh terasa besar melingkupi keberadaan saya. Saya bersyukur sekali bisa meluangkan waktu dan hanya duduk berdiam memandang keindahan Allah.
Some highlights dari retret ini:
- Meditasi (a'la kreatif lho! contoh: Tai-Chi Rohani).
- Renungan2 pribadi (contoh: Graphik peristiwa iman).
- Materials yang jelas dan sangat penting (it IS cool to be Catholic).
- Intermezzo (all I need to say is "BAJU MUKA" hahahaha).
- Perayaan Ekaristi (yg di perlambat sambil dijelaskan makna2-nya).
- Kkottongae (bukit2 nya uda hijau lho, ngga item2 bekas kebakar lagi).
- Pengakuan Dosa di retret orang indo, yg dibawakan sama romo Indo (aduh, terakhir mah waktu SMP rasa nya).
Inilah resolusi saya seusai retret:
- Saya ingin menjadikan Yesus sebagai sahabat sejati saya. Dan ingin menjaga hubungan itu, sambil mengambil suatu LIFESTYLE yang trus dapat menguduskan hidup.
- Memiliki KWALITAS iman yang sangat tinggi, hingga suatu saat keselamatan yang dijanjikan Yesus akan benar2 terpenuhi dalam diri saya.
Dan saya memilih untuk mewujudkan semua itu melalui iman KATOLIK saya. Karena itulah, saya bangga untuk menjadi seorang Katolik. AMIN!!!
PS: Ini bahasa-nya jadi rada formal, sebab tutur kata nya si Romo jg kaya giniii. jadi nuler euy?
Albertus Polim
-
Terakhir gw ke this kind of retret was long long time ago. Kasih Tuhan itu luar biasa sekali dan sudah lama sekali nggak merasakan dan melihat kasih Tuhan luar biasa ada pada sesama kita. Kasih Tuhan lewat bersentuhan tangan dan berpelukan, tidak perlu lagi berkata kata. Semuanya sudah dikatakan lewat bahasa tubuh kita dan sesama.
Retret ini membuat sprirt gw refresh like new. Ini yang sebenarnya gw perluin dan memang Tuhan tau apa yang kita perlu. Waktu disana, sebenarnya gw ada aja kesempatan untuk nggak bisa merasa kaya lagi retret, nggak bisa merasakan rileks karena honestly sibuk juga sih, ngurusin wl (worship leader), lagu dan musiknya. Tapi puji Tuhan, gw ngak ngerasa capek, ya capek sih kalo udah sampe tempat tidur. But honestly I feel so excited and on fire, puji Tuhan! Dan, luar biasa lagi waktu gw dengerin sharing temen2 kita yang punya faith yang besar dengan agamanya dimanapun mereka berada, dan dengan keadaan apapun juga mereka tetap setia mempertahankan faith mereka. God is good!
Dan sebenarnya sebelum retret, gw juga sempet sedikit ragu gimana retret ini akan berjalan, tapi di lain pihak ada keyakinan bahwa everything is going to be fine. And, it did. Tuhan yang mengatur semuanya dari awal sampai akhir dan itu juga semua karena Holy Spirit yang menuntun kita semua. Dan gw percaya semuanya ini terjadi karena kuasa doa dan puasa dari temen2. Sekali lagi kuasa doa itu luar biasa. Amin.
Thank you and God bless you all.
Ika Gunawan
-
Mo sharing.. kalo retret kali ini bener2 jempolan. Hebat dehhhh!!! Kerasa dari ujung kepala sampe ujung jempol.
Otak: buaaanyaaakkk banget yg didapet tentang Catholics, especially apologetics. Nyambung banget ama tema yg lagi dibahas di care group kita(padahal ga di planned sama sekali lhooo)
Mata: terharu bangettt lhoooo waktu healing session pas malem terakhir. Hiks.. hiksss...
Mulut: cape juga yehh teriak2 and nyanyi2 pas game night.
Perut: kenyang boooo..makanan nya enak and nyemilllllllllllll tak henti-henti
Kaki: pegel juga neh kaki...kayaknya kepake banget waktu retret..dari hiking sampe goyang sono sini...
Tapi seriously, aku bawa question ke retret and dapet tuhh jawaban-nya! Thank you yahhh for all the efforts, time, and prayers for the retreat....
Wuaaaaaaaaaaaaaaaa Hepiii.....
Setiadi Kawibawa
-
Selama retret...gak kepikir gimana2-nya...cuman setelah selesai, n ada waktu buat mencerna n look back gitu...hhhmmmm...aku berasa beruntung bisa ikutan retret kali ini ya!!!
Well...sebelom berangkat retret sih benernya ada dikit ganjelan... :) Cuman abis disempetin Jum'at paginya pergi ke confession dulu...hhmmmm...jadi mantep n lepas deh buat pergi retretnya...
Okeh...dari beberapa2 retret yang aku ikutin selama kenal Mudika, kayanya kali ini laen dech...gak tahu kenapanya yach...walau emang ampir tiap kali ikutan retret, aku mendapatkan sesuatu i.e. karunia2 Roh Kudus...penyegaran...pendalaman iman...dan laen2. Kali ini dapet juga koq: joy...peace...enlighted...educated...reminded...amazed... :)
Buat yang kali ini, seperti pernah di-share ama yang laen waktu retret baru mulai, koq berasa enteng. Beneran lho aku gak ngerasain "keentengan" dari topik retretnya pas hari itu, tadinya in my mind tema "Cool To Be Catholics" bahasannya bakalan "berat" kaya yang Donel pernah bawain waktu Jambore dulu.. huahahaha.. peace, 'Nel...:) Tapi walau tetep dalem, ternyata secara keseluruhannya koq gak berat2 amat ternyata...ato...ada faktor Romo Adri-nya kali ya??
Aku enjoy the whole sessions...heran sih, buat meditasi pagi2 gak berasa ngantukin...jadi seger tuh malah...walau malem lama tidurnya dibawah standard waktu tidur gw. Hei, puji Tuhan juga kalo di rumah kita orang yang 'nge-gergaji' malem2 gak parah2 amat :)
Terus selama jadi fasilitator, baru kali ini aku berasa enjoy...no pressure...n bisa nyante nge-facilitate n ngobrol2 dikit ama beberapa member group kita...jarang2 lho gw bisa ngobrol2 ama orang2... :) Moga2 sih gak ada yang complain yach...ato dah ada?? hhhmmmm....
Waktu Blessed Sacrament dibawa ke tiap2 orang, it was amazing!!! Walau berasa bentaaaarrr banget (pas berhenti di depan akunya), tapi aku berasa amazed ama gimana He touched us...and setelah itu, waktu giliran dipeluk Romo...aku kepikir i think that's why kita panggil Romo2 disini "Father" berasa sih seperti seorang "Ayah"
At the end, one thing yang aku tahu ya...Tuhan emang bekerja in His own way!! Selama retret gak ada yang heboh2 lho...eh Dia tetep bekerja juga tuh...aku jadi diingetin kalo Gereja Katolik sendiri tuh dari dulu2nya emang dah punya cara2 (yang mungkin kita bilang "traditional": ibadat tobat, confession, adorasi, meditasi, etc.) akunya sendiri kali yang gak mau tahu n 'males' buat praktekinnya...n tradisi2 itu yang dah berlangsung beberapa ribu tahun lamanya terbukti bisa ndeketin kita. Bikin kita bisa ngerasain kalo emang Tuhan kita itu bener2 ada dan gak jauh dari kita...HE IS!!
Well...lewat retret ini, aku jadi bisa bilang, "I am Cool to be Catholics!" Tuhan memberkati!!!
Nelson
-
Saya ingin berbagi sedikit tentang retreat "Cool 2 be Catholic" yang lalu. Tempat retreatnya bagus, kapasitas aula dan kapelnya cukup untuk menampung para peserta. And the good thing is that makanannya enak dan cocok buat orang yang lapar. Tapi yang terpenting “table of plenty"-nya gak pernah kehabisan snack. Untung peserta2nya punya kesadaran sendiri yg tinggi. LOL
Singkat cerita, saya sendiri baru mengalami pertama kali retreat di Amerika, dan experience-nya senang dan mengalami banyak hal (mukjizat, ilham, ilmu apostolic, dan pengalaman batin yg positif). Dan setelah pulang dari retreat, hal pertama yg perlu saya underline adalah: "SAYA BANGGA MENJADI KATOLIK" dan saya akan menjadi "THE BEST VERSION OF MYSELF" dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanggungjawaban kita sebagai orang Katolik sangat penting dan kita perlu melakukan itu dalam "perbuatan", bukan hanya lewat mulut atau doa saja. Kasih yang diajarkan oleh Yesus pada 2000 tahun lalu harus bisa terapkan dalam pribadi masing2 melalui banyak hal, seperti: pelayanan, persekutuan dalam persaudaraan iman, doa, sakramen, dan ajaran Gereja.
Mata saya terbuka setelah mendengar topik dari Rm. Adri tentang Are you "saved" or "rescued?", dan setelah itu saya baru sadar bahwa selama ini saya salah. Kita harus menjadi "Living Saints" agar proses hidup yang kita jalani seiring dengan kehendak Tuhan. Juga topik tentang "Kekatolikan : suatu lifestyle yang menguduskan hidup" sangat luar biasa, ini sangat berguna sekali bagi saya sendiri dalam kehidupan pribadi. Sebagian sudah saya jalani, tapi saya akan semakin bertumbuh dan maju setelah mendapatkan pencerahan itu. Doa pribadi sangat baik dan harus dilakukan hampir setiap saat, baik kontemplasi (dalam keheningan) maupun dalam aktivitas sehari2. Dan puji Tuhan! hal ini sudah mulai saya terapkan.
Pengalaman waktu perayaan Ekaristi "slow-mo" pada hari Minggu, setelah menerima komuni dan duduk untuk berdoa, saya mendengar sampai 2 kali suara yang keras di hati saya: "Tidak Ada Masalah Yang Besar BagiKU". Suara itu membuat saya sampai kaget dan Tuhan benar2 tahu kondisi saya pada saat itu! Saya sangat merasa tersentuh dan sukacita pada waktu itu. Saya sangat bersyukur bisa menikmati Ekaristi dengan sungguh2 dan kesiapan iman saya dlm menerima Tubuh & Darah Kristus, dan saya rasakan sangat penting dalam setiap Misa.
Bagi saya pribadi, hal2 yang perlu saya koreksi terhadap diri sendiri adalah tentang pembelajaran pribadi tentang Kekatolikan, mungkin akan dengan mulai baca buku2 saints, sharing iman, Bible, dan buku2 rohani lainnya. Dan “penyangkalan diri” sangat penting dalam kehidupan sehari2. Semoga sharing ini bermanfaat. Thanks. GBU.
Anonymous
-
Dua minggu sebelum aku berangkat ret2, aku bimbang mau dateng ato nggak. Pertama masalah sama mobil yg nggak bisa dibawa jauh2 kalo udara diatas 90 degrees. Kedua aku harus kerja. Harusnya aku bisa off tapi aku nggak enak aja kalo musti minta excuse sering2 (waktu itu udah minta tuker schedule waktu Spring In Harmony).
Terus aku juga kepikiran kalo siapa yg bakalan bawa SS (sound-system)? Tapi dalam hati, pasti ada yg bawalah either G. kalo nggak S. Worst come to worst yah D. yg bawa J
Aku bimbang sampai tgl 21, jadinya aku tanya dulu kalo mau decide hari Kamis tgl 22 bisa nggak? So… kalo dateng bingung mau brangkat sama siapa? dan siapa yg bisa dipinjem mobilnya untuk bolak2 kerja? Karna aku harus balik kerja hari Minggu-nya. Tapi dilain pihak aku pengen sekali ikut retret yang dibawakan Rm. Adri. Karena aku paling suka waktu Rm. Adri bawain firman. Tapi kalo nggak dateng retret kok nge-ganjel gitu…
Thank God! Kamis siang aku share sama temenku dan dia langsung blg, spy aku carpool sama dia dan bisa bawa mobilnya untuk kerja. Dan puji Tuhan juga dia yg bawain SS dari hari sebelumnya. Tapi, begitu aku yakin bisa berangkat, aku mulai ngebayangin untuk back n forth Temecula-OC round trip 167 miles pasti bakalan bosen. Sampai ada pikiran apa aku nggak balik kerja aja yah... Soalnya kalo nggak balik retret nggak ada yg balikin SS-nya hehehe... Tapi dengan menyadari responsible buat kerja akhirnya aku berangkat juga.
Minggu aku berusaha untuk Sunday Mass near my office. Tapi gara2 ingin ambil rute lain ternyata jadi telat banget. Ok, aku pikir masih bisa Misa sore kok hehehe...
Misa jam 5PM jadi aku harus closing 5-7 minutes early supaya bisa dateng on time.
DAN... begitu semua pintu udah ditutup kecuali main entrance, eh dateng tante Korea dan tanya2 sampe 45menit. Udah deh nggak ke Misa minggu ini but wait.... ada Misa deket rumah jam 7:30PM kok hehehe…
but.... aku pengen ikut retret. Setelah telpon dua org dan mereka meyakinkan untuk ikut retret lantaran kan jarang akhirnya aku miss Sunday Mass L
Memang nggak ada yg kebetulan kalo Tuhan mau bekerja buat kita, malam itu aku sampai pas acara penyembuhan luka batin versi Rm. Adri dan amazingly aku...cry out...
Sejujurnya ada beberapa orang yg masih belum bisa aku maafin di ruangan itu, tapi Tuhan melalui Roh Kudus-nya bekerja dengan luar bisa di aku.
Aku malah diajarkan utk memaafkan lebih dulu…. Jadi akhirnya aku blg sorry sama mereka dan mereka blg nggak apa2 kok.
Besok pagi-nya kita ada Closing Mass. Disini aku diingatkan waktu salam damai, kita sdh harus terlebih dahulu membersihkan perselisihan, kebencian, dll sblom terima Ekaristi. Thank God, utk acara penyembuhan luka batin malam sblom-nya, jadi aku bisa dgn sungguh memberi salam damai pada saudara-saudariku…
So…thank God! Utk retret ini yg membantu aku untuk memaafin temen2ku and aku bisa merasakan damai dan kasih Tuhan! Amin!
Florinda Tanosady
-
Orin mao sharing juga nihh…
Ga kerasa uda mau seminggu yg lalu kita ret2, tapi rasanya baru kemaren. Aku bersyukur banget bisa ikutan ret2, bisa merasakan kebaikan dan cinta Tuhan yg luar biasa menyembuhkan dan menghibur aku.
Sedikit cerita buat yg ga ikutan ret2, pas hari ke-2 (Minggu pagi) kepalaku sakit, pusing ga keruan, ga bisa berdiri lama2, jadinya aku ketinggalan 2 sessions krn harus baring di tempat tidur. Tapi luar biasanya temen2 kunjungin aku satu-persatu tiap kali break ato sebelom mulai session, padahal aku uda bilang Albert n Sasa (my sweet roomi) jgn bilang siapa2 =). Tiap kali liat ada yg dateng ngunjungin rasanya aku terhibur bgt dan bersyukur sama Tuhan. Sampe ada yg bawain roti, obat masuk angin, air minum, wahh TOP banget deh!
Singkat cerita aku paksain keluar bt lunch bareng, karena uda ga betah di kamar n kelaperan juga. Masih sakit sih tapi aku terus doa sampai akhirnya kita Misa di kapel.
Dan kesembuhan bener2 terjadi saat Misa, tanpa aku sadari setelah Misa aku uda ga sakit lagi, sedikitpun engga!!! PRAISE GOD!!!
Dan malemnya saat Adorasi, aku bener2 ngerasaiin Tuhan ada bersama kita. Waktu Romo mulai peluk kita satu2 aku nangis, tapi nangis seneng bukan nangis sedih, padahal aku itu org terakhir di barisan yg dipeluk romo. Jadi Romonya masih jauhhh aku uda nangis2 sendiri, sebelah aku frater Budi sampe bingung n godain aku terus, dia bilang "Romonya masih jauh koq uda nangis2 sehh"
Pas giliran aku di peluk romo, habislah sudah bajunya, basahhhh hehehehe, aku ngerasa Tuhan sendiri yg datang dan peluk aku dan berkati aku. Wahhh perasaanku waktu itu melayang-layang, belom lagi pas satu2 dari temen2 peluk aku, lengkaplahh sudah rasa kangenku sama ortu, saudara, temen di indo tercover semua. Tuhan bilang Dia mencintai aku lewat kalian semua, semua perhatian, love yg kalian berikan bukan apa2 kalo dibandingkan dengan cintaNya!
So, thank you for the friendship, love, and prayer to all of you, I'm so blessed to be in this community. May we spread His love and friendship to all His people. We can do it, not because we have to but because God has loved us!!!
Have a nice Friday, bingung mao kemana krn ga ada PD? Please go to Mass at St. Elizabeth Ann Seton jam 7pm continue with Adoration, see ya God Bless.
Natalia Tjokro
-
Ane juga mo ikutan nimbrung...:) Walopun udah seminggu, tapi masih belon basi lah yah...
So, aku juga bersyukur banget bisa ikutan ini ret2 *nge-quote Orin* Kenapa bersyukur? Selaen karena 4 hari ga usah bingung mo makan apa , tapi aku lebih bersyukur lagi karena melalui ret2 ini batere iman, batere spiritual, dan batere yang memberi aku tenaga untuk berjalan setiap hari seperti jadi di-charge lagi, PENUH!
Jujur aja, beberapa minggu terakhir sebelum ret2, banyak banget tamu yang tidak diundang yang mampir ke pikiran aku. Dari yang bikin takut, bikin resah, bikin bingung, bikin panik, bikin cape, kering, jenuh. Tapi, pulang dari ret2, aku bener2 merasakan penyegaran Tuhan, just like the first time I met Him *saaahhh*. Aku ngerasa Tuhan dengan ember yang super gede, basahin semua yang kering kerontang di hati. Trus semua rumput2 liar yang terlanjur tertanam dicabut oleh Tuhan, tanah-nya kembali dikasih pupuk, diaduk2 jadi makin gembur. All my fears, all my worries, all my doubts, He took them all away. Walopun beda dengan retret2 sebelumnya, but this retreat was exactly what I needed at this time. So peaceful, so serene, so quiet, so comforting, so soothing, and yet...very enriching too.
Trus, pas malem Adorasi pas Rm. Adri mulai peluk satu2 kita semua, men...I really felt kalo yang peluk aku itu bener2 Tuhan, Tuhan yang beneer2 sayang sama kita semua. Aku ngerasa, kalo aku tuh udah lusuh banget, compang-camping dengan bekas luka2, tapi Dia masih mau dateng ke aku, masih mau dan bersedia angkat aku, bersihin aku dari semua luka, dan masih mau terus jadi sahabatku. Siapa tahaaaannn sih?
Sooo, to make long story short, praise God for this retreat! Thank you semua untuk persahabatan yang boleh terjalin, untuk semua canda tawa yang boleh dibagi, keren abis!
And yes, it is SUPER COOL to be a Catholic!
Hallelujah! GB!
Anonymous
-
Kebahagiaan kualami, tetapi tidak kurasakan
Tidak kekurangan hidupku, kekayaan dunia aku dapati
Seakan terbang tinggi tanpa menyadarkan
Lembah kelam kulewati, tetapi tidak kusadari
Kasihanilah aku Tuhan, sebab aku merana
Sembuhkanlah aku Tuhan, sebab pikiranku gemetar
Jiwakupun sangat runtuh, berapa lama lagi harus kuhadapi?
Kulihat kegelapan yang pekat
Kulihat cahaya lilin terang terdiam
Hari ini aku menyadari embun pagi
Sejuk meliputi hatiku
Tuhan, janjiMu akan selalu kuingat
PerisaiMu melindungiku, ingin kusentuh selalu
Hari ini adalah lembaran baru
Hidupku hanyalah untukMu
Tuhan, terima kasih untuk hari lalu
Yesus, terima kasih untuk hari ini
Roh Kudus, terima kasih untuk hari yang akan datang
Terima kasih untuk kesempatan ini
Tuhan, peluklah aku selalu...
Inge Tunggaldjaja
-
Retreat kali ini sip abis deh pokoknya! Mulai dari temanya, topic yang di-present setiap session, sampe Rm. Adri yang kocak abis sampai at the end Misa sebelum pulang juga bikin..wahhh! Gua rasa kalau orang tanya, agama apa sih loe? Loe pasti ngejawab Katolik. Tapi apa sebenernya menjadi orang Katolik? Mungkin masih merasa bingung atau belum begitu memahami apa artinya Katolik buat diri kita masing masing.
So, retreat kali ini membuat gua lebih peka sama ke-Katolikan kita. Seperti apa yang Rm. Adri bilang, kalau kita tau apa Katolik itu bukan berarti kita boleh menjeleki agama orang lain, tapi supaya kita bisa defend our beliefs. Semakin banyak and tahu tentang agama kita sendiri, semakin 'in love' you are with it.
Di retreat ini, yang gua paling seneng tuh 'Misa pelan' dimana Rm. ngejelasin satu demi satu apa dan kenapa kita melalukan sesuatu pada saat Misa. Sometimes, karena rutinitas kita udah nga aware lagi apa dan kenapa kita melalukan sesuatu. Misa yang begitu agungnya menjadi biasa karena kadang2 nga tahu (atau lupa) kalau kita pergi ke Misa untuk menjadi satu dengan Tuhan, dimana Dia offer Himself for our salvation to save and forgive us dari dosa-dosa.
Thank God for the retreat! Karena dari retreat ini, iman gua diperbaharui dan diperkenalkan kembali ke dasarnya apa sih Katolik itu, and kenapa kita mau tetap mau menjadi Katolik despite everything else. Dari yang sebelum pergi ke retreat I am ok ok aja menjadi orang Katolik, sekarang 'It is cool to be a Catholic'!
Vincent Setiono
-
Retreat of May 2008 is a very good one indeed. My sharing revolves around the group-sharing sessions. Every time we started a group sharing session, we would start with an opening prayer and afterwards close it with a closing prayer. And I noticed something about the Trinity I hadn't noticed before. In particular I observed later, when the sharing was long over and after we had gone back home, that asking for the Holy Spirit to be present before each of us during the group sharing session allowed the peace and synchronization during the sessions.
I noticed during the one hour group sharing session that the liveliness and dynamic of our group just allowed us to share what our hearts needed to share. I know it wasn't because I said anything in particular as a facilitator but that the Holy Spirit was the one leading the session. You see, it was just more than a little bit about a month ago that I finally saw the Holy Spirit more than just a dove, as depicted by many pictures. Yes, the Holy Spirit is more than a dove. The Holy Spirit is the Trinity.
The Holy Spirit is the one who guides us when we ask God for help. The Holy Spirit is shapeless yet is able to shape us, our group, when we ask to be shaped during the opening prayers. And I believe with an AMEN! That it is because of the Holy Spirit that I was able to receive such joys that I experienced during this whole retreat. Aside from this, the lessons including the apologetics (teaching and defending the Catholic faith) sessions, food, fellowship, table of very plenty, were all top notch. This sharing would go on and on if those experiences were added here. =) God bless.
Hold firmly that our faith is identical with the ancients. Deny this, and you dissolve the unity of the Church. -- St. Thomas Aquinas
Ivana Magdalena
-
Retrettttt??? Mau lagi dongggggg. =)
Abisnya aku demen banget dengan temanya dan caranya Romo Adri bawain. Romo Adri bisa ngejelasin dengan bahasa yang gampang dimengerti banget + bahasa Indo lagi. Hehehe...
Aku terkesan dengan cara Romo Adri yang mengajarkan gimana kita memberikan salam damai, dengan menyalurkan kasih dari dalam hati kita melalui sentuhan kedua telapak tangan kita ke teman2. Pas waktu bersentuhan tangan, aku bener2 berasa peace banget. Aku ngerasa aliran kasih Tuhan mengalir dari dalam hatiku terus ke tangan dan ke telapak tangan lalu terus transfer ke orang yang ada didepanku. Selain itu juga, dengan cara bersentuhan tangan, aku juga merasakan aliran kasih yang masuk ke tubuhku yang membuat seluruh tubuh merasakan hangatnya kasih Tuhan.
Selain itu juga, Adorasi yang juga menyentuh aku. Waktu Adorasi dibawa Romo kehadapanku, aku merasa keagungan Tuhan. Tapi udah gitu aja. Tapi waktu Romo bawa berkeliling ke tiap2 orang, tiba2 aku merasakan kesedihan yang luar biasa saat Romo berhenti di satu orang ini, padahal orang itu sih biasa2 aja ya dan aku juga ngga tau permasalahannya. Tuhan mengijinkan aku merasakan kesedihan hati orang itu. Puji Tuhan! I guess Tuhan pengen aku bawa dia dalam doa. Aku tetep doakan orang tersebut untuk sembuh dari apapun penyakit hatinya.
Dan yang aku dapet dari pengalaman itu adalah penting banget kita sebagai komunitas mendoakan satu dengan yang laen. Kita ngga perlu mengetahui kesusahan atau luka2 mereka. Tuhan sudah mengetahuinya. Tapi yang penting, kita selalu membawa temen2 kita dalam doa2 kita tiap hari.
Gitu aja sih teman2. Kalo ada retret lagi, ikutan yaaaaaaaaaa!!!!
Riska Soepratono
-
Halo teman2... Aku mau permisi sharing buat retret yg kemaren...
"Tuhan ngga pernah berhenti membanjiri berkat. Sebelum, selama, dan sesudah retret ... ada kekuatan baru dari Tuhan setiap saat."
Dalam retret ini:
- Aku diajarin buat semakin mengenal apa itu Katolik, yg selama ini aku percaya, yg aku pegang, dan yg aku banggakan.
- Aku dikenalin sama yg namanya "tangis bahagia tanpa kata"... yes, waktu malem2 di chapel, waktu kita semua peluk2an... mungkin ngga banyak kata2, tapi setiap pelukan itu artinya "a huge forgiveness" dari Tuhan, yg disalurkan lewat my friends.
- Aku disadarin kalo Tuhan kasih kita 24 jam sehari dan itu juga harus termasuk buat waktu tenang buat diri sendiri, supaya kita bisa semakin mengenal diri lewat introspeksi. Seperti yg Mother Teresa ajarkan: The fruit of Silence is Prayer, The fruit of Prayer is Faith, The fruit of Faith is Love, The fruit of Love is Service, The fruit of Service is Peace.
- Aku diingatin untuk peka, untuk taat, untuk selalu percaya kalo semua hal ada waktuNya, dan pasti lebih sempurna dari apa yg aku harapkan.
- Aku diberi kesempatan buat gandengan sama Tuhan dan belajar dari kesalahan untuk "bangun" lebih kuat lagi...
Catherine Ng
-
Retret kali ini adalah retret Mudika IC pertama buat gue setelah 5 tahun lebih beberapa bulan jadi anggota Mudika IC & malah juga sebagai salah satu staff MudikaIC... hehehe...
Honestly, tiap tahun perasaannya berat buat ikutan retret Mudika IC karena tema retretnya begitu intense & yang bawain juga serius-serius. Tahun ini begitu liat temanya 'Cool 2be Catholic' dan yg bawain Romo Adri, gue decided mau ikutan retret. Gue ngak punya agenda khusus buat retret cuman memang niat aja pengen retret. Tapi ternyata gue pulang membawa banyak berkat, teman baru, pengalaman2 yg mengesankan & juga jadi tau lebih banyak lagi tentang Katolik.
Adoration kali ini yg di bawa keliling sangat menyentuh, gue berasa kok Tuhan begitu baik, sampe2 Dia yg datang menghampiri gue yg berdosa. Trus waktu Romo Adri mulai peluk kita satu2 disambung sama yg lain, wah air mata mulai bercucuran... air mata bahagia karena gue bisa merasakan cinta Tuhan yg tak pernah berkesudahan melalui pelukan hangat dari teman2 semuanya. Tuhan ingetin gue lagi, you are not alone, you have them as your family... gue cuman bisa bilang berkali-kali "Thank You God"
By the way, itu 'table of plenty' ngak pernah kehabisan ya...hahahaa... itu corner spot yg ngak pernah sepi dari pengunjung paspagi sebelum mulai session, break, sampe sebelum tidur! ...amazing...
Thanks God for this retret... and Yes, I AM PROUD TO BE A CATHOLIC!!!!
Tina Karim
-
Ikutan sharing ahhh...
Di akhir session "Kekatolikan: Suatu Life Style yang Menguduskan Hidup" Romo ngasih pertanyaan: "Apa yang biasanya aku lakukan untuk memelihara iman Katolik saya?"
Biasanya kami langsung masuk ke kelompok sharing, tapi kali ini Romo mau beberapa orang maju untuk sharing ke semua orang. Seperti biasa, aku gak kepikir sama sekali untuk maju sharing soalnya aku suka gugup kalo ngomong di depan orang banyak. Lagipula jawabanku juga mirip dengan sharing temen2 yang lain.
Pas lagi dengerin sharing temen2 yang lain, tiba2 Tuhan ngingetin aku tentang gimana selama ini imanku tumbuh dan berkembang lewat PD (persekutuan doa). Semakin lama dorongan untuk sharing itu semakin kuat. Trus aku langsung inget Bro Chanuka (pelayan umum Mudika IC 2001-2003) pernah ngebahas tentang "to be responsive - respond in 1 second". Jadi, pada saat Tuhan ngasih kita tugas kita harus respond dalam 1 detik, jangan dipikir-pikir lagi. Berhubung saat itu masih ada orang lain yang sharing di depan, aku masih sempet mikir-mikir: maju apa nggak? maju apa nggak? Puji Tuhan akhirnya aku mutusin untuk maju; aku pikir aku udah kenal sebagian besar peserta retretnya, jadi gak pa2 lah, aku gak akan gugup.
Setelah aku maju ke depan ruangan, aku ngerasa ruangannya jadi penuh banget dan peserta retretnya jadi tambah banyak. Akibatnya, semua sharing yang sudah aku siapkan hilang semua. Puji Tuhan, berkat bantuan Tuhan aku tetep bisa sharing tentang gimana imanku tumbuh dan berkembang lewat PD.
Setelah aku balik ke tempat duduk, aku ngerasa lega & seneng banget karena bisa menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepadaku. Tapi aku juga sadar karena kegugupanku, aku ngomongnya jadi berantakan dan kurang focus ke inti dari sharingku. Aku jadi khawatir temen2 gak nangkep apa inti dari sharingku itu.
Pas pulang dari retret, aku sempet sharing tentang hal ini ke Bro Chanuka & dia ngasih aku kutipan dari Keluaran 4:10-12. Kutipan itu tentang Musa yang ragu-ragu untuk menjalankan perintah Tuhan karena dia merasa dirinya tidak pandai bicara. Trus Tuhan bilang ke Musa bahwa Tuhanlah yang membuat lidah manusia dan Tuhan akan selalu menyertai dan mengajar Musa apa yang harus ia katakan.
Puji Tuhan, dari kutipan ini aku dikuatkan buat nggak ragu2 lagi untuk menjalankan tugas dari Tuhan. Walaupun aku gak pandai bicara, aku yakin Tuhan lah yang menyertaiku dan mengajarkan apa yang harus aku katakan. Hallelujah!
Claudia Ham
-
Sharing... sharing... sorry tadi ketinggalan bus jadi telat sharingnya nih :-).
Hm, awalnya udah mutusin ngga ikut retreat karena dalam minggu yang sama baru lagi pindahan, tapi hatinya kepingin ikut. Setelah dipikir2 jadinya ikut kata hati deh, biar aman sentosa :-) Hari Seninnya daftar ke Gunawan setelah itu bingung cari carpoolan deh he..he..
Langsung aja ya, yang aku dapat dari retreat:
- Tema: Meragukan Gereja Katolik? Jadi sekarang >>> YAKIN Sekali akan Gereja Katolik
- Walau tau critanya tapi kadang aku lupa, kalau kepimpinan Gereja Katolik itu berasal dari Yesus sendiri kepada St.Petrus (Matius 16:16-20: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku) dan kuasa kepimpinan (Yoh 21: 15-17: Gembalakan domba2ku) itu diturunkan kpd St. Petrus dan kemudian pengganti2nya St.Petrus (Paus) hingga sekarang, dan itu tetap solid/ngga pernah putus. Pernah kebayang ngga sih susahnya untuk menjaga silsilah selama 2000 tahun lebih? Keren'kan? KEREN dong!
- Sama seperti yg Ika crita, waktu hari Rabunya di CG (care-group) kita lagi ngebahas apologetics, jadi aku merasa seperti diberi konfirmasi, dan bukan cuma 1 tapi ada 3 hal yaitu (1) tentang Iman dan Perbuatan Yak 2:14, 17, 24; (2) Api Penyucian & (3) Kitab Suci & Tradisi Suci.
- 'The Best Version of Ourselves'. Tau kan excuse: "ya, aku kan cuma manusia biasa, wajar dong kalo buat salah" atau "manusia ngga ada yg sempurna". Tanpa sadar kita kadang take advantage atas salah satu kebaikan yang diberi Tuhan: 'Forgiveness'. Kadang aku suka makai excuse diatas untuk kesalahan yang aku buat. But now, I Want To Try To Be The Best Version of Myself, dengan harapan pada saat bertemu denganNYA, aku cukup pantas untuk masuk dalam keluargaNYA. To be with Jesus..., isn't it cool? it is COOLl!!! Can't wait, it's 1 of my dreams :) dan masih banyak lagi yg didapat dari retreat ini.
Eits, tunggu dulu dong. Itu baru session2 yg dibawain Rm. Adri di kelas. Fun2 yg diluar kelas ngga kalah serunya:
- Silent salam damai-nya: cool abis deh, walau tanpa suara tapi kita bisa merasakan kedamaian & kehangatan dari orang2 yg kita salamin, COOL!
- Perayaan Ekaristi secara slow (bukan kayak tape di-rewind lho, tapi lebih dihayati maksudnya). When we gave all our joy, suffer, and hope to Him (saat persembahan) aku benar2 merasa menyerahkan segalanya kedalam tangan-NYA...
- Healing session-nya: its just a few words from Rm. Adri actually, and only with a hug. Tapi semuanya pada meneteskan airmata termasuk aku (padahal aku orangnya ngga gampang nangis lho :). Hm..., boleh dibilang luka2 yg ada didalam hati kita bukan dikeluarkan, tapi keluar dengan sendirinya. Its so amazing!
- Tai Chi Rohani: dimana kita diajarin ngumpulin energi (dari Tuhan), hmmm lega banget deh rasanya. Btw, congrats buat Fei2 & Nicky! Tai Chi master kita :-)
- Game Nite: walau udah kenal lama ternyata masih ada yg belum kita tau dari teman2 kita, dgn game nite ini kita jadi kenal teman2 kita lebih dalam. Oh, ternyata si Thomas punya tante namanya Tante Tuti, jual Tahu Tempe suka Teriak2 Tambah2 ha..ha.. j/k Thomas :-)
Mau liat hasil dari retreat ini? Hm..., coba liat foto rame2 kita waktu hari terakhir. You'll see in our face, in our smile..., the joy, the happiness, the new heart, the beautiful of our God!
Akhirnya, aku cuma bisa bilang I'm really, really thanks God karena walau sibuk tapi aku milih ikutan retreat. Retreat kali ini benar2 bedaa bangett! Cool abis deh! You missed it? Don't worry, there will be another retreat, just put 1 step commitment for now: I'll join the next retreat. Deal? Deal!
And... YES! IT'S COOL TO BE A CATHOLIC! YES! YES! YES! GB :)
Thomas Wang
-
What a "ngantuk-less" retreat!
One week after retreat...and after one week dikejar2 (hehehe.), ini yg gw dapet dari retreat kemaren with Rm. Adri and Frater Budi:
Gw emang udah excited about ni retreat, terutama 2 minggu sebelon-nya, rasanya udah ga sabar aja pengen cepet2. Udah lama ga retreat and rasanya emang beneran perlu yg namanya "mengasingkan" diri dari dunia luar. Perlu re-charge! 3 hari di such a different atmosphere, rasanya bener2 bikin jiwa dan raga seger!
Gw personally think, this is the best retreat yg pernah gw ikut. Mulai dari acara2 yg unik (tai-chi rohani, misa slow motion, etc), kelompok sharing yg super-dynamic with straight to-the-point questions, sampe ke tiap session yg ga pernah ngebosenin...beneran, baru kali ini gw ikut retret tanpa ngantuk! Gw bener2 enjoy every single session, semuanya to the point and begitu gampang di cerna. My favorite session was actually waktu kita isi questionnaires about apa karunia yang kita punya. Pertanyaan-nya bener2 simple but at the end bikin gw realize and bersyukur banget buat semua talenta yang Tuhan kasih buat gw. Kehadiran Tuhan kerasa sekali, ga hanya waktu Adoration and saat hening, tapi juga saat2 rame waktu praise and worship, games and sharing.
Banyak euy, kalo semua di sharing in about ini retreat, tapi intinya mah, retreat ini salah satu bukti that IT IS COOL TO BE CATHOLIC! Assumption kalo retretnya orang Katolik itu boring and ngantuk, salah besar! Kalo dibawain secara menarik, retreat anak muda bisa menjadi pengalaman rohani yang luar biasa.
Thank you banget buat yang milih tema, and thanks a million buat Rm. Adri and Frater Budi! Praise God!
Stefanus Soegiarto
-
'A piece of puzzle'
Beberapa hari sebelum retret, aku dikasih kabar kalau aku diminta in charge di musik dan nyiapin lagu2 buat Misa. OK, tugas diterima. Tapi otak blank. Ada 2 Misa: hari Minggu perayaan Corpus Christi (perayaan Tubuh dan Darah Kristus) dan hari Senin (Misa harian).
Sampai pada hari retret otak tetep blank. Cepat2 aku kontak orang2 dari PD (persekutan doa) yang ada, yg sering/pernah jadi worship leader. Thanks God. Lagu2 tersusun untuk Misa Minggu, dan disetujui Romo Adri.
Misa hari Senin, kalang kabut lagi nyari2 lagu, harus nyari orang2 yg berbeda dari yg di Misa hari Minggu. Akhirnya ketemu juga orang2 dari PD yg satu lagi. Setelah berunding sebentar akhirnya ketemu juga lagu2nya.
Dari pengalaman ini diingatkan lagi, bahwa Tuhan menyediakan banyak rekan2 sekerja untuk bekerja di ladangnya. Dan supaya kita bisa mencocokkan diri dengan rekan sekerja tersebut. Kalau mau ditangani sendiri, bakal kecapekan sendiri.
Seperti sekeping puzzle, tidak ada indahnya kalau cuma sekeping saja. Harus bergabung dengan potongan2 yg lain agar bisa menjadi gambar yg indah di mata Tuhan.
|
|